Peluang Bisnis Kuliner Ow My Plate

ow myplate

Peluang Bisnis Kuliner Ow My Plate

Peluang bisnis kuliner tak pernah surut. Ada saja pemain yang ingin mencicipi gurihnya bisnis seputar makanan dan minuman ini.

Salah satunya Satya Kartawina yang membuka resto Ow My Plate di Pluit, Jakarta Utara pada akhir tahun lalu. Seperti namanya, Satya menyajikan beragam menu hot plate di gerainya.

Hanya berselang dua bulan, tepatnya pada Februari lalu Satya pun menawarkan peluang kemitraan. Kini, sudah ada dua mitra yang membuka Ow My Plate di Tangerang dan Surabaya.

Tertarik menjadi mitra Ow My Plate? Satya mengemas paket kemitraan ini senilai Rp 250 juta. Selain lisensi, mitra juga mendapat konsultasi membuka gerai, desain pemasaran, logo dan media promo lainnya, juga pelatihan karyawan di Jakarta. Namun, biaya tersebut belum termasuk peralatan dan perlengkapan usaha dan bahan baku.

Kerjasama berlangsung selama tiga tahun. Setelah itu, jika ingin memperpanjang, mitra bisa bernegosiasi dengan pusat. Selama kerjama, mitra wajib berbelanja bumbu ke pusat. Pusat tak mengutip biaya royalti kepada mitra.

Ow My Plate menyajikan beragam menu, seperti volcano rice, pepper sauce, curry sauce, white cream sauce, dengan berbagai topping seperti jamur, sosis, keju, kornet, jagung, smokebeef, nasi, telur, spaghetti, beef/chicken.

Sistem belum teruji

Menurut Satya, keunikan dari Ow My Plate terletak pada citarasa sajian hot plate yang unik dan khas. “Semua bumbu racikan pusat, tak ada yang beli dari luar,” ujar dia.

Selain itu, harga jualnya terjangkau. Yakni mulai Rp 25.000-Rp 55.000 per porsi. Mitra ditargetkan meraup omzet Rp 80 juta per bulan. Perkiraan laba bersih sekitar 35%. Mitra pun diprediksi bisa balik modal kurang dari setahun.

Satya menyarankan mitra memilih lokasi berupa ruko berukuran 5×17 m2. Mitra sebaiknya juga merekrut delapan karyawan. Tahun ini, Satya ingin menggandeng 10 mitra lagi.

Menurut Konsultan Waralaba dari Entrepreneur College, Khoerussalim Ikhsan, kemitraan Ow My Plate ini terlalu optimistis. Harapan yang diberikan terlalu berlebihan. Apalagi, “Usaha relatif baru dan baru ada satu gerai. Artinya, usaha belum teruji bagaimana jika tidak dikelola sendiri alias dikelola oleh sebuah sistem,” kata Khoerussalim.

Dia melihat sistem bisnis belum teruji, mereknya belum dikenal banyak orang serta jaringan bisnisnya masih terbatas. Lalu target omzet yang dibuat capai Rp 80 juta merupakan angka fantastis untuk usaha baru.

Harus ada sistem, target dan gambaran yang jelas. Sebaiknya, lanjut Khoerussalim, simulasi usaha yang nantinya dipaparkan ke calon mitra bukanlah harapan.

Sebab, hal ini bisa membahayakan. Apalagi bila pemilihan lokasi usaha asal-asalan nantinya. Untuk itu,  semua harus terukur dan terstruktur dengan jelas sebelum menawarkan kemitraan.

Sumber : http://peluangusaha.kontan.co.id/news/mencicip-hot-cuan-resto-ow-my-plate


Leave a Reply

×
Hai kamu butuh konsultan untuk memulai bisnis? hubungi kami

Pasta Kangen adalah Frenchise terfavorit Dismiss